Rabu, 25 November 2015

JURNAL PAKTIKUM FISIKA I DAN ALGORITMA GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)

ALAT-ALAT PERCOBAAN

1. Monitor listrik dengan unit pengontrol laju sudut.
2. Dinamometer.
3. Bejana pipih plastik.
4. Stopwatch.
5. Laser.
6. Tiang berskala.
7. Alat sentripetal.

PROSEDURE PERCOBAAN

A. Gaya Sentripetal Pada Alat Sentripetal
1. Ukurlah besar m dengan menggunakan neraca
2. Ikatlah benda m pada cermin dengan benang, tentukan panjang benang
3. pasang lengan poros alat pada penjepit motor listrik
4. Arahkan seberkas cahaya dari lampu ke cermin dan perhatikan bintik cahaya pantulannya pada mistar berskala dan catat posisi titik nol ini
5. Jalankan motor listrik pada frekuensi tertentu (rendah-rendah saja sekitar 1 putaran per detik) dan lihat kembali letak bintik cahaya pantulan bintik telah menggeser sedikit ke atas
6. Setelah motor listrik berputar dengan konstan (tinggi tidak bertambah lagi), ukurlah waktu 10 putaran dengan stopwatch
7. Tentukan dengan cermat pergeseran posisi bintik cahaya pantul
8. Matikan motor listrik
9. Dalam keadaan batang tidak berputar, pasanglah dinamometer pada ujung B1 dari benang dan tariklah cermin sehingga bintik cahaya pantul jatuh tepat ditempat yang sama seperti ketika batang berputar dan bacalah gaya yang terukur pada dinamometer
9. Catat seluruh data ini
10. Ulangi seluruh percobaan dengan tiga frekuensi yang berbeda.

B. Menentukan Percepatan Gravitasi Bumi Dengan Cairan Yang Diputar
1. Pastikan bejana telah terisi air dengan batas permukaan berimpit dengan sumbu X bejana
2. Pasang bejana yang berisi air pada motor listrik
3. Jalankan motor listrik pada frekuensi konstan
4. Tentukan dengan cermat satu titik pada sumbu -y bejana dengan x=0
5. Setelah motor listrik berputar dengan konstan, ukurlah waktu putaran dengan stopwatch
6. Ulangi percobaan dengan tiga frekuensi yang berbeda.









 
Download disini.

TEORI DASAR GERAK MELINGKAR BERATURAN



Salam Mahasiswa, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi pengetahuan dasar tentang Gerak Melinkar Beraturan (GMB).

Gerak melingkar beraturan adalah gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan laju konstan dan arah kecepatan tegak lurus terhadap arah percepatan. Sebuah benda bergerak pada garis lurus jika gaya total yang ada padanya bekerja pada arah gerak benda tersebut, atau sama dengan nol. Jika gaya total bekerja dengan membentuk suatu sudut terhadap arah gerak pada setiap saat, benda akan bergerak dalam lintasan yang membentuk kurva. Sebagai contoh gerak roda dan gerak bola di ujung tali yang diputar.

 

Pengertian Gerak Melingkar Beraturan


Gerak Melingkar Beraturan,definisi Gerak Melingkar Beraturan,pengertian Gerak Melingkar Beraturan,Gerak Melingkar Beraturan adalah,teori Gerak Melingkar Beraturan,Gerak Melingkar Beraturan sma kelas 10Gerak Melingkar Beraturan adalah gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan laju konstan dan arah kecepatan tegak lurus terhadap arah percepatan. Arah kecepatan terus berubah sementara benda bergerak dalam lingkaran tersebut, tampak seperti pada gambar disamping. Oleh karena percepatan didefinisikan sebagai besar perubahan kecepatan, perubahan arah kecepatan menyebabkan percepatan sebagaimana juga perubahan besar kecepatan. Dengan demikian, benda yang mengelilingi sebuah lingkaran terus dipercepat, bahkan ketika lajunya tetap konstan (v1= v2= v).

 

 

Besaran-Besaran Dalam Gerak Melingkar Beraturan

 

1. Periode Dan Frekuensi Gerak Melingkar Beraturan

Sebuah partikel/benda yang bergerak melingkar baik gerak melingkar beraturan ataupun yang tidak beraturan, geraknya akan selalu berulang pada suatu saat tertentu. Dengan memerhatikan sebuah titik pada lintasan geraknya, sebuah partikel yang telah melakukan satu putaran penuh akan kembali atau melewati posisi semula. Gerak melingkar sering dideskripsikan dalam frekuensi ( f ), yaitu jumlah putaran tiap satuan waktu atau jumlah putaran per sekon. Sementara itu, periode (T ) adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu putaran.
Hubungan antara periode (T ) dan frekuensi ( f ) adalah:
T=\frac{1}{f}\text{ atau }f=\frac{1}{T}
dengan:
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)
Sebagai contoh, jika sebuah benda berputar dengan frekuensi 3 putaran/sekon, maka untuk melakukan satu putaran penuh, benda itu memerlukan waktu 1/3 sekon. Untuk benda yang berputar membentuk lingkaran dengan laju konstan ν, dapat kita tuliskan:
\nu =\frac{2\pi R}{T}
Hal ini disebabkan dalam satu putaran, benda tersebut menempuh satu keliling lingkaran (= 2 π R).

2. Posisi Sudut (θ) Gerak Melingkar Beraturan

Gambar dibawah melukiskan sebuah titik P yang berputar terhadap sumbu yang tegak lurus terhadap bidang gambar melalui titik O. Titik P bergerak dari A ke B dalam selang waktu t. Posisi titik P dapat dilihat dari besarnya sudut yang ditempuh, yaitu θ yang dibentuk oleh garis AB terhadap sumbu x yang melalui titik O. Posisi sudut θ diberi satuan radian (rad). Besar sudut satu putaran adalah 360° = 2 θ radian.
Posisi Sudut Gerak Melingkar Beraturan
Jika θ adalah sudut pusat lingkaran yang panjang busurnya s dan jari-jarinya R, diperoleh hubungan:
dengan:
\theta =\frac{s}{R}
θ = lintasan/posisi sudut (rad)
s = busur lintasan (m)
R = jari-jari (m)

 

3. Kecepatan Sudut/Kecepatan Angular Gerak Melingkar Beraturan

Dalam gerak melingkar beraturan, kecepatan sudut atau kecepatan anguler untuk selang waktu yang sama selalu konstan. Kecepatan sudut didefinisikan sebagai besar sudut yang ditempuh tiap satu satuan waktu. Untuk partikel yang melakukan gerak satu kali putaran, didapatkan sudut yang ditempuh θ =2 π dan waktu tempuh t = T. Berarti, kecepatan sudut ( ω) gerak melingkar beraturan dapat dirumuskan:
\omega =\frac{2\pi }{T}\textrm{ atau }\omega =2\pi f
dengan:
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)

Peristiwa GMB juga terjadi pada kehidupan sehari-hari, kita sering menemui benda-benda yang bergerak melingkar beraturan. Salah satu contoh benda yang bergerak melingkar beraturan adalah jarum detik, jarum menit dan jarum jam pada jam analog. Jarum detik selalu menempuh sudut 360o selama 60 sekon (satu menit) atau menempuh sudut 6o selama satu sekon. Jarum menit selalu menempuh sudut 360o selama 60 menit (satu jam) atau menempuh sudut 6o selama satu menit. Jarum jam juga selalu menempuh sudut 360o selama 24 jam (satu hari). Jika suatu benda bergerak melingkar secara teratur seperti jarum detik, jarum menit atau jarum jam maka benda-benda tersebut dikatakan melakukan gerak melingkar beraturan. Contoh lainnya adalah gaya gravitasi, dimana kita sebagai makhluk hidup tetap berada di permukaan Bumi disebabkan karena mengalami gaya sentripetal (gayanya mengarah pada pusat lingkaran/bumi yang berotasi), dan bila tidak ada gaya tersebut otomatis semua makhluk hidup dan benda lainnya, akan terlempar dari permukaan Bumi.

Hanya sedikit saja yang dapat saya ulas seputar Gerak Melingkar Beraturan, kurangnya saya mohon maaf dan semoga bermanfaat. Sampai bertemu lagi di Postingan selanjutnya...sampai jumpa...Salam Mahasiswa.
#ELTW

Contoh pengolahan data untuk GMB pada saat mengikuti praktikum matkul FISDAS1, jangan lupa di cek semoga bermanfaat..Terima kasih.
Cek disini.
Download disini.